selingkuh

Selingkuh –  terdiri dari 3 suku kata, sebuah kata yang akan menghabiskan banyak kata-kata di dunia ini.  Banyak terjadi karena kebosanan yang dialami seseorang terhadap pasangan nya, bosan karena pasangan nya terlalu buruk atau bahkan terlalu baik, untuk itu dicari sesuatu yang lain dari orang lain yang bukan pasangan nya. Perkembangan nya merupakan sesuatu yang biasa dan banyak dicoba oleh orang-orang hanya untuk menguji adrenalin nya, yang terakhir ini adalah kecendurungan orang pada jaman ini terlihat dengan semakin banyak nya media untuk menyalurkan uji adrenalin berupa extreme sport, extreme kuliner, dan banyak tersedianya pemainan-permainan yang difasilitasi untuk benar-benar mengukur seberapa tinggi nya tingkat adrenalin.

Dari jaman dulu hingga sekarang, masyarakat kita masih menganggap selingkuh adalah perbuatan yang tidak benar, menyakiti, dan meresahkan. Respon terhadap perselingkuhan yang terjadi disekitar lingkungan semakin kecil, artinya terbiasa melihat itu terjadi dan semakin tidak perduli nya orang dengan sesuatu yang dilakukan oleh orang lain. Banyak hal yang dipertimbangkan oleh seseorang untuk menegur atau sekedar mengingatkan orang yang berada atau terjebak dalam sebuah perselingkuhan, yang pada dasar nya adalah “bukan urusan kita”, meskipun dibalik pertimbangan yang tidak enak untuk menegur tetap saja ada suatu keharusan untuk itu.

Bagi pelaku perselingkuhan, belakangan ini terbiasa untuk melakukan nya tanpa perlu menutupi. Sebuah gambaran perilaku manusia modern untuk tidak perduli dengan apa yang terjadi di sekelilingnya selama itu tidak menyangkut dirinya. Tapi apakah ketika, perselingkuhan ini sudah di legalkan kemudian pelaku perselingkuhan ini sudah berhenti, seringkali akan diikuti dengan perselingkuhan-perselingkuhan selanjutnya. Seperti tertulis dalam buku God’s Cod in The DNA, oleh Sugeng D Triswanto “Pengalaman tidaklah selalu menjadi guru yang baik, karena
terkadang berpotensi untuk membuat manusia mengulang sesuatu
yang tidak menguntungkan, namun jadikanlah pengalaman
sebagai pelajaran agar sesuatu yang buruk tidak terulang kembali”.

Dan ternyata menurut buku ini, keagungan & kebesaran Tuhan tercermin dalam
setiap DNA yang dikandung oleh seorang manusia, dimana manusia diberi
kapasitas untuk berkarya, merubah dirinya untuk terus dapat menjadi lebih
baik dari sebelumnya, mencapai target, menghindari sakit, merasakan cinta,
kasih sayang terhadap sesamanya, empati, dan berbagai potensi luar biasa
lainnya. Dan kabar baiknya bahwa DNA yang dimiliki manusia ini dapat
di ‘re-code’ atau diprogram ulang melalui pembelajaran dan pengkondisian
secara sadar dari waktu ke waktu, untuk hasil yang lebih baik lagi.

Dikutip dari kalimat AA Gym dalam sebuah taklim bahwa, Semakin jauhnya manusia terhadap Allah maka dia akan semakin bangga untuk melakukan sesuatu yang dilarang oleh agama. Jadi selama pelaku perselingkuhan terus menjauh dari Allah, maka dia justru bangga dengan perbuatannya tanpa sedikit pun malu atau ingin menutupi nya.

Pada akhirnya, kita terus berusaha untuk mengingatkan meskipun pilihan ada pada pelaku sendiri, dan itu banyak cara nya dan pasti bisa untuk bisa mengakhiri nya. Karena Jelas bahwa DNA bisa di re-code dan dengan mendekatkan diri pada Allah, maka rasa malu (kepada Allah) atas perbuatan itu akan membuat nya untuk mengakhirinya.

4 Tanggapan ke “selingkuh”

  1. pipop Berkata:

    buat Yusti…life is all about options, ‘better make the right choices…

  2. wardani Berkata:

    assalam’alaikum wr wb…
    numpang kasing koment nih… betul bgt apa yg t’tulis dlm buku God’s Cod in The DNA, oleh Sugeng D Triswanto “Pengalaman tidaklah selalu menjadi guru yang baik, karena
    terkadang berpotensi untuk membuat manusia mengulang sesuatu
    yang tidak menguntungkan, namun jadikanlah pengalaman
    sebagai pelajaran agar sesuatu yang buruk tidak terulang kembali”.
    Sy kebtln punya temen yg diuji o/ Allah SWT dg suami yg sdh prnh b’selingkuh (2 kali bahkan). tp tmn sy itu sptnya ttp mau menerima, memaafkan ketika sang suami mau kembali. Diliht dr pengalamn yg p’tama dlu sptnya sdh mau b’tobat tp mengapa kejadian serupa t’ulang kmbli ?? wlpn alhdlh yg kedua wkt itu p’kwinannya sdh di ujung tanduk alias mau b’cerai, tp ntah gmn prosesnya sptnya mrk tdk jd b’cerai dan smg ini yg te’akhr kalinya. Jd mmg sehrsnya tipikal suami yg mdh goyah spt itu hrs di “re-code” kmbl dgn sistem waskat (pengwsn melekat) u/ kmbl m’hdirkn kmbl kehadiran Allah SWT di setiap gerak gerik qt. Istri mmg tdk sll thu apa yg dilkkn suami di luar rmh tp Allah lah yg Maha Tahu dmnpun qt berada mskpun qt sembunyi di lobang semut sekalipun pasti Allah melihatnya krn sesungguhnya Allah lbh dkt dr urat leher qt. InsyAllah klo para suami menyadari btl “waskat” Allah ini tdk akn berani neko-neko. Tp sma itu jg hrs dibarengi saling introspeksi kedua belah pihak…

  3. inidanoe Berkata:

    selingkuh..???
    sama seperti penghianatan.,

    knp harus terjadi..???
    apa komitmen yg dijalin sudah tak berarti..

    :IMHO: :D

  4. Nana Berkata:

    Selingkuh ya?
    Banyak sekali pengalaman yang bisa na petik dari perselingkuhan yang terjadi di sekitar na Bude…
    Anak yang tak terurus dan lost control attitude, suami yang balas selingkuh, istri yang clbk sama mantannya, suami yang stroke akibat istrinya selingkuh terus, istri yang meninggal akibat overdosis obat pelangsing *krena ingin memuaskan suaminya yang kerap selingkuh, dan masih banyaaaaaak lagi..
    Coba setiap orang bisa ber’empati satu sama lain ya? mencoba merasakan apa yang dirasakan oleh pasangannya, insyaallah gak kan ada perselingkuhan, karena semua orang pasti setuju bahwa perselingkuhan itu menyakitkan!!
    Keep writing Bude, nice to read it..

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.