MALU
Malu adalah menahan diri melakukan sesuatu yang berakibat negative
Malu merupakan sifat yang mulia disisi Allah SWT, Rasulullah Saw mempunyai sifat malu, dan malu nya Rasulullah Saw melebihi malu nya gadis pingitan.
Diriwayatkan, Rasulullah Saw sedang berjalan melewati seorang sahabat anshar yang sedang menasihati sahabatnya, untuk mengurangi rasa malu dan ketika Rasulullah Saw mendengarnya, maka Rasulullah Saw menasihati lagi kepada sahabat anshar tersebut untuk membiarkan dia dengan sifat malu nya, karena malu adalah sebagian dari iman.
Ada 6 Kriteria Malu:
1. Malu untuk melakukan kemaksiatan kepada Allah SWT.
Bagaimana malu nya Nabi Adam dan Hawa ketika makan buah yang dilarang untuk didekati apalagi dimakan, dikisahkan karena rasa malu telah melanggar larangan Allah SWT, Nabi Adam dan Hawa lari mengelilingi surga.
Kisah malu nya Umar bin Khatab yang datang terlambat sholat jamaah karena menjaga ternak nya, maka karena malu nya Umar bin Khatab men-sedekah-kan ternak nya untuk kepentingan Islam.
2. Malu karena lalai
Malaikat-malaikat yang senantiasa menjalankan perintah Allah SWT, masih merasa malu karena belum dapat beribadah secara maksimal.
3. Malu karena Nikmat
4. Malau dalam beribadah kepada Allah
Rasulullah sudah sangat menginginkan perubahan arah kiblat dari Baitul – Maqdis di Syam (Palestina) ke Ka’bah di Makkah, namun karena malu nya kepada Allah SWT. Rasulullah hanya melihat ke langit mendoa dan menunggu turunnya wahyu.
5. Malu karena cinta
Sebuah doa: Aku memohon cintaMu ya Allah, dan cinta orang-orang yang mencintaiMU.
6. Malu terhadap keagungan Allah SWT.
seperti malu nya malaikat jibril ketika menemani Rasulullah saat melakukan perjalanan isra dan mi’raj.
Dengan sifat malu yang kita jaga, maka kita dapat memaksimalkan ibadah kita kepada Allah SWT. Malu yang dimaksud adalah malu untuk melakukan tindakan yang berakibat negative, jika untuk berbuat suatu kebenaran dan positive maka malu disitu adalah bukan pada tempatnya.
TABARARUJ
I. Pengertian Tabarruj
Tabarruj adalah Seorang wanita menampakkan kecantikan dan perhiasan dirinya kepada laki-laki yang bukan mahramnya.
Hukum dari berbuat tabarruj adlaah haram karena hal tersebut termasuk yang dilarang dalam syariat Islam, dan termasuk dalam Kaba’ir (dosa besar), dan dosa besar tidak dapat pudar hanya dengan ber istigfar melainkan harus bertobat, dan syarat tobat ada 3: 1. Menyesali 2. Meninggalkan dan 3. Tidak melakukan lagi.
QS. Al-ahzab:33
| dan hendaklah kamu tetap di rumahmu[1215] dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu[1216] dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait[1217] dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. |
| [1215]. Maksudnya: Isteri-isteri Rasul agar tetap di rumah dan ke luar rumah bila ada keperluan yang dibenarkan oleh syara’. Perintah ini juga meliputi segenap mukminat.[1216]. Yang dimaksud Jahiliyah yang dahulu ialah Jahiliah kekafiran yang terdapat sebelum Nabi Muhammad s.a.w. Dan yang dimaksud Jahiliyah sekarang ialah Jahiliyah kemaksiatan, yang terjadi sesudah datangnya Islam.
[1217]. Ahlul bait di sini, yaitu keluarga rumah tangga Rasulullah s.a.w. |
II. Pendapat Ulama tentang Tabarruj Jahiliyah
Para Ahli Tafsir berpendapat tentang Tabarruj Jahiliyah yang disebutkan dalam ayat tersebut diatas:
1. Mujahid: Wanita berjalan dihadapan laki-laki yang bukan mahramnya
2. Muqatil bin Hayyan: Wanita yang melepas kerudung nya sehingga terlihat kalung, anting/giwang dan lehernya.
3. Qatadah: Wanita yang berjalan dengan bergoyang dan centil serta genit.
4. Abu Ubaidah: Menampakkan kecantikan dan keindahan wanita yang dapat membangkitkan syahwat laki-laki.
Yang dimaksud dengan Tabarruj Jahiliyah Ula’ adalah: Apa yang dilakukan wanita sebelum datangnya Islam dengan menampakkan kecantikan dan keindahan serta perhiasan yang dimilikinya yang dapat membangkitkan syahwat laki-laki.
Tabarruj yang diharamkan adalah yang dinampakkan di luar rumah. Tapi jika dilakukan di dalam rumah maka tidak apa-apa seperti dihadapan suami.
Rasulullah Saw bersabda: “Perumpamaan RAFILAH (wanita yang berpakaian dan berjalan dengan sombong) dalam berhias di depan non marhramnya seperti kegelapan hari qiamat yang tidak ada cahaya padanya.” (HR. At-tirmidzi)
III. Sebutan yang cocok untuk wanita zaman sekarang
Sebutan yang cocok pada wanita yang tabarruj zaman sekarang adalah “AL ‘URYU” sebagaimana yang disebukan dalam hadits dari Abdullah bin Amr, dia berkata: ” Aku telah mendengar Rasulullah Saw bersabda: ” Akan datang pada akhir zaman diantara umatku bahwa banyak wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang (KASIYAT ‘ARIYAT). diatas kepala mereka seperti terdapat punuk onta. La’natlah mereka karena sesungguhnya mereka adalah wanita-wanita terla’nat.” disebutkan dalah shahih muslim: “Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan dapat mencium baunya.”.
Dikutip dari FORSAH, Masjid At Takwa Ahad, 15 Juni 2008. Oleh Ustz Eva Muzliva.
Juni 18, 2008 pukul 9:08 am
smoga kita bisa menjadi orang2 yang sholehah..amiiinn
Juni 20, 2008 pukul 6:24 am
Amiiin yaa Allah Amiin… iya Naya semoga kita semua di lt.2 juga cewek cewek nya jadi sholehah.
Juli 29, 2008 pukul 7:17 am
kalo kata Shania..(tau kann yang pernah rambutnya gimbal gak jelas..terus di botakinn..dan sekarang udah numbuh lagii)
Malu tanda tak Maju
ampunnn
hihihi
Agustus 8, 2008 pukul 9:57 am
Bismillahirrohmaanirrohiim…
Ya 4WI..Anugerahkanlah kepada kami rasa malu dan hidup yang bahagia dan penuh berkah dunya wal akhiraat…amiin
Wassalam,
Maya
Oktober 5, 2009 pukul 1:09 pm
aku malu…