Aku dan Hujan, makin bersahabat
Pagi tadi, sore kemarin dan
hari-hari yang lain dalam 5 tahun terakhir
kami makin bersahabat
Aku dan Hujan, saling mengerti
Dia pasti akan datang pada waktu nya
Aku harus selalu siap menyambut nya
Dengan senyuman termanis
Aku dan Hujan, saling memahami
Kami berbagi dalam kesedihan juga kebahagian.
Aku dan Hujan, tak kan pernah saling menyalahkan
Banjir yang melanda kota ku, bukanlah salah nya
Hujan pun tak pernah menyalahkan teman-teman di kota ku
Semua itu karena peristiwa alam yang harus terjadi
Bersama dengan tua – nya dunia ini.
Aku dan Hujan, tertawa bersama
Saking sering nya kami bersama
Badan ku yang tipis ini, jadi kedinginan dan meriyang.
Kami tertawa bersama, setelah aku meneguk tolak angin
minuman kami…. orang pintar
Aku dan Hujan, akan selalu berbahagia
Februari 1, 2008 pukul 3:36 am
Hmmm….kurang panjang nich mba….kurang apa yach ? hehehehe..kok ada tolak anginnya yach…udah ok kok…aku aja gak mungkin bisa bikin ini…tapi mungkin katanya pakai yg baku kali yach…soalnya masih ada kata “saking” hehehehehe…overall is buagussss banget kok….
Februari 1, 2008 pukul 3:45 am
udah mulai ujan lagi, jeng
mudah-mudahan ga sampe banjir yak
Februari 1, 2008 pukul 11:29 am
wah berkawan dengan ujan???
ya bener itu minum tolak angin….
sediakan pula uang logam, kalee kalee aja butuh kerokan
oh iya, salam kenal nona