IKHLAS
Tidak pernah: sakit hati, was was dalam hati, punya penyakit hati.
4 Master yang menyebabkan ikhlas tidak bersama kita:
- Kita manusia memiliki ego
- Merasa mampu (mentang-mentang)
- Memaksakan kehendak
- Mudah merasa kecewa
1. Masih memiliki Ego
Sebagai manusia yang masih memiliki Ego, kita baru pada level penikmat; ketika kita makan nasi, merasa karena kita sanggup untuk membeli nasi dan lupa mendoakan petani yang karena menjaga agar tanaman padi tumbuh dan dapat dipanen mereka merawat dan menjaga sampai tidak jarang mereka sakit karenanya; ketika kita makan ikan kita lupa betapa nelayan menderita bronchitis karena pekerjaannya dan kita tidak mendoakannya.
Atasi ego dengan selalu berlaku sosialisasi dengan masyarakat, bermusyawarah, membagi rata, agar ego kita hilang.
2. Merasa mampu (mentang-mentang)
Jangan pernah akui kemampuan adalah milik kita, karena sesungguhnya kemampuan yang ada pada kita adalah milik Allah. Kita ahli dalam bidang design, atau ahli dalam bidang teknologi komputer semata2 karena akal dan tangan ini digerakan oleh Allah Yang Maha Memiliki kehidupan ini.
3. Memaksakan Kehendak
Segala sesuatu yang terjadi karena kehendak Allah, segala sesuatu yang kita pandang buruk belum tentu dalam pandangan Allah, dan yang kita pandang baik bisa jadi adalah buruk dalam pandangan Allah.
4. Kecewa
Sesuatu yang kita kehendaki tidak tercapai membuat kita kecewa karena kita selalu memaksakan kehendak.
Bersihkan 4 master di atas, agar kita dapat menangkap keindahan Allah. Ketika kita merasa takut, kita merasa Allah tidak besar - Allah tidak hadir dalam kebesaran NYA. Selama ke empat master itu masih ada, sampai kapan pun kita tidak mendapatkan keindahan hidup.
Orang-orang yang tidak memiliki jiwa ikhlas, hari-hari nya bete. Jadikan hati kita adalah bertemankan Allah, ada Allah dalam jiwa kita maka kita akan memiliki hati yang sehat.
Latihan untuk dapat menghilangkan ke empat master itu adalah dengan SHOLAT dan DZIKIR.
Sholat, amal yang terdekat dengan kita, dalam 24 jam kita tunaikan sholat 50 menit. 3,5% dari kehidupan ini digunakan untuk sholat dan 96,5% kita bebas gunakan untuk menikmati kehidupan. Dalam sholat kita yang berdurasi sangat singkat itu, ada 102 kali kita bertakbir Allahu Akbar maka hadirkan Allah, menjemput Allah dalam ruh kita dan nikmati sholat kita sampai membawa kita kepada ketentraman. Sholat yang lalai akan membawa hati kita ke dalam hari hari yang gelisah dan penyakit hati masih ada. Ketika bangun tidur berdoa lah; permintaan agar sholat kita lebih khusyuk.
Zakat, adalah amal kita berikut nya; 2,5% dari harta kita untuk zakat, kita masih memiliki 97,5% sisa nya untuk menikmati kehidupan ini
Selanjutnya Puasa, 1 bulan berpuasa dari 12 bulan yang ada dalam 1 tahun.
Dalam amalan-amalan sholat, zakat dan puasa yang presentase nya sangat kecil itu apakah kita sudah ikhlas? dan apakah pantas dengan amalan-amalan kecil itu kita minta surga? Kalau di dunia ini tidak dapat mencapai keihlasan, maka apa surga nya?
ku tak pantas ke surga mu, tapi ku tak sanggup ke neraka mu. Doa yang selalu kita panjatkan: Robbana aatina findunya khasanah…… doa untuk keselamatan di dunia untuk akherat, karena dunia dan akherat tidak berdiri sendiri-sendiri maka akherat itu adalah tergantung pemanfaatan yang ada di dunia. Keselamatan di dunia adalah keselamatan untuk akherat.
Sempurnakan amal kita dengan sedekah, infaq dan zakat, karena sedekah akan mengasah hati menjadi penyayang, dan menjadi penolak bala.
Bagaimana dengan ujian yang semakin sulit?
Ujian yang semakin sulit membuat kita menjadi naik kelas. Ujian membuat kita sabar dan merasa dekat dengan Allah, dan Allah tidak menginginkan kita jauh dari Allah. Ujian adalah pertanda Allah sayang, Allah cinta kepada kita.
Belum tentu yang baik menurut kita, baik menurut Allah dan yang tidak baik menurut kita tidak baik pula menurut Allah - Al Baqarah 216
Doa ujian: Ya allah kuatkan aku menghadapinya dan pertajam mata hati ini untuk mengetahui hikmahnya.
Semoga kita menjadi manusia yang Qonaah - menerima dengan ikhas. Memiliki ikhlas menjadi kita seseroang dengan hati yang bening, hati yang lapang, kaya hati dan mudah membantu.
Semoga bermanfaat
Dikutip dari MQ Alhikam, bersama Bunda Ningrum Maurice - Masjid Elnusa May 06, 2008.